untuk mempermudah mengirim kan konsultasi lewat email tinggal klik gambar 
isi nama, alamat email ( harus benar karna jawaban akan di kirim melalui e-mail), subjek diisi konseling pada message ditulis hal yng di konsulkan. alamat
di kanan atas
Selengkapnya...
Bila hati tak hasrat, seringan kapan akan seberat gunung untuk mengangkatnya, namun bila hati berkehendak maka seberat gunung akan seringan kapas tuk kita angkat.
Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)
Hasrat hati dan motivasi diri hari ini untuk maju dan berkembang menentukan langkah kita kemudian hari, terasa berat kaki melangkah, terasa susah tangan diangkat dan terasa pening otak berfikir. Maka apapun yang kita lakukan akan terasa berat untuk dijalankan. Maka mulai hari dengan berbaik sangka pada semuanya, bahwa kita bisa menjalani hidup ini.
Kisah sebuah jam
Dikirm dari milis motivasi, diolah dan diceritakan kembali oleh Muazar Habibi.
Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"
"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.
"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?" "Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.
Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Itu tergantung bagaimana kita menyiasati pekerjaan dan tugas kita, bila kita bisa bagi2 menjadi fragmen-fragmen yang kecil.
Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.
Muazar Habibi konsultasi psikologi dan anak
Selengkapnya...

Layanan Psikologi BKD kab wonogiri telah mempunyai alat terapi stimulasi otak dengan gelombang suara Binaural Beats Frequency
Gelombang otak yang dihasilkan oleh impuls listrik di otak. Ke-4 gelombang otak yang paling umum adalah beta (13 hz - 30 hz), alfa (8 Hz - 12 Hz), theta (4 hz - 8 hz), dan delta (0,5 hz - 4 hz). Walaupun semua 4 gelombang otak yang aktif di otak sepanjang waktu, salah satu pola-pola ini biasanya dominan tergantung pada apakah Anda sedang sibuk, emosional, santai, tidur dll
Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan frekwensi suara yang unik.Binaural Beats Frequency adalah teknologi yang dihasilkan perhitungan fisika dan matematika.gelombang bergerak berdasar frekwensi suara.Binaural beats mendengar hasil dari dua frekuensi yang berbeda di setiap telinga. Jika Anda mendengar suara 200Hz di satu telinga dan suara 190Hz di sisi lain Anda akan mendengar 10Hz Binaural beat (200-190 = 10).
alat baru ini akan di gunakan membantu proses konseling dan psikoterapi.
Terapi khusus dirancang untuk relaksasi menenangkan pikiran, jiwa ,juga untuk bantuan terapi tidur, peningkatkan kreativitas, fokuskan konsentrasi. melepaskan diri dari stres mental dan emosional penyebab stres konsekuensi medis yang disebut psikosomatis
Selengkapnya...
Tes Psikologi Peserta Prajabatan
Tes psikologi peserta prajabatan, tes di lakukan pertama kali di saat peserta baru masuk. tes ini bertujuan mengukur kondisi psikologis kepribadian,somatisasi dan kondisi kejiwaan peserta.
1. kondisi somatisasi adalah masalah kejiwaan yang mempengaruhi masalah fisik.
2. kepribadian dilihat penyesuaian diri, ketegasan, kecemasan, pengambilan keputusan dll.
3. kondisai kejiwaan meliputi depresi, kesetabilan emosi, kecurigaan, halusinasi dll
Selengkapnya...
Model ini menjelaskan bahwa gangguan jiwa dapat terjadi pada seseorang apabila ego(akal) tidak berfungsi dalam mengontrol id (kehendak nafsu atau insting). Ketidakmampuan seseorang dalam menggunakan akalnya (ego) untuk mematuhi tata tertib, peraturan, norma, agama(super ego/das uber ich), akan mendorong terjadinya penyimpangan perilaku Faktor penyebab lain gangguan jiwa dalam teori ini adalah adanya konflik intrapsikis terutama pada masa anak-anak. Proses terapi pada model ini adalah menggunakan metode asosiasi bebas dan analisa mimpi, transferen untuk memperbaiki traumatic masa lalu. Misalnya klien dibuat dalam keadaan ngantuk yang sangat. Dalam keadaan tidak berdaya pengalaman alam bawah sadarnya digali dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali traumatik masa lalu. Hal ini lebih dikenal dengan Metode Hipnoterapi
Dengan cara demikian, klien akan mengungkapkan semua pikiran dan mimpinya, sedangkan therapist berupaya untuk menginterpretasi pikiran dan mimpi pasien. dengan menggunakan pendekatan komunikasi terapis setelah terjalin saling percaya
2.Interpersonal ( Sullivan, peplau)
Menurut konsep model ini, kelainan jiwa seseorang bias muncul akibat adanya ancaman. Ancaman tersebut menimbulkan kecemasan (Anxiety). Ansietas timbul dan alami seseorang akibat adanya konflik saat berhubungan dengan orang lain (interpersonal). Menurut konsep ini perasaan takut seseorang didasari adanya ketakutan ditolak atau tidak diterima oleh orang sekitarnya.
Proses terapi menurut konsep ini adalah Build Feeling Security (berupaya membangun rasa aman pada klien), Trusting Relationship and interpersonal Satisfaction (menjalin hubungan yang saling percaya) dan membina kepuasan dalam bergaul dengan orang lain sehingga klien merasa berharga dan dihormati.
Psikoterapi Kecemasan
Terapi yang dilakukan (berupaya melakukan sharing mengenai apa-apa yang dirasakan klien, apa yang biasa dicemaskan oleh klien saat berhubungan dengan orang lain), Terapis berupaya bersikap empati dan turut merasakan apa-apa yang dirasakan oleh klien. Terapis memberiakan respon verbal yang mendorong rasa aman klien dalam berhubungan dengan orang lain
3. Sosial ( Caplan, Szasz)
Menurut konsep ini seseorang akan mengalami gangguan jiwa atau penyimpangan perilaku apabila banyaknya factor social dan factor lingkungan yang akan memicu munculnya stress pada seseorang. Prinsip proses terapi yang sangat penting dalam konsep model ini pentingnya modifikasi lingkungan dan adanya dukungan social. Terapis dalam memberikan terapi menurut model ini adalah pasien harus menyampaikan masalah menggunakan sumber yang ada di masyarakat melibatkan teman sejawat, atasan, keluarga atau suami-istri. Sedangkan therapist berupaya : menggali system sosial klien seperti suasana dirumah, di kantor, di sekolah, di masyarakat atau tempat kerja.
4. Existensial ( Ellis, Rogers)
Menurut teori model ekistensial gangguan perilaku atau gangguan jiwa terjadi bila individu gagal menemukan jati dirinya dan tujuan hidupnya. Individu tidak memiliki kebanggan akan dirinya. Membenci diri sendiri dan mengalami gangguan dalam Bodi-image-nya Prinsip dalam proses terapinya adalah : mengupayakan individu agar berpengalaman bergaul dengan orang lain, memahami riwayat hidup orang lain yang dianggap sukses atau dapat dianggap sebagai panutan, memperluas kesadaran diri dengan cara introspeksi ,bergaul dengan kelompok sosial dan kemanusiaan , mendorong untuk menerima jati dirinya sendiri dan menerima kritik atau feedback tentang perilakunya dari orang lain
Terapi yang dilakukan dengan model kontrak dimana klien dianjurkan untuk berperan serta dalam memperoleh pengalaman yang berarti untuk memperlajari dirinya dan mendapatkan feed back dari orang lain, misalnya melalui aktivitas kelompok. Terapist berupaya untuk memperluas kesadaran diri klien melalui feed back, kritik, saran atau reward & punishment .
5. Supportive Therapy ( Wermon, Rockland)
Penyebab gangguan jiwa dalam konsep ini adalah: factor biopsikososial dan respon maladaptive saat ini. Aspek biologisnya menjadi masalah seperti: sering sakit maag, migraine, batuk-batuk. Aspek psikologisnya mengalami banyak keluhan seperti : mudah cemas, kurang percaya diri, perasaan bersalah, ragu-ragu, pemarah. Aspek sosialnya memiliki masalah seperti : susah bergaul, menarik diri, tidak disukai, bermusuhan, tidak mampu mendapatkan pekerjaan, dan sebagainya. Semua hal tersebut terakumulasi menjadi penyebab gangguan jiwa. Fenomena tersebut muncul akibat ketidakmamupan dalam beradaptasi pada masalah-masalah yang muncul saat ini dan tidak ada kaitannya dengan masa lalu.
Prinsip proses terapinya adalah menguatkan respon coping adaptif, individu diupayakan mengenal telebih dahulu kekuatan-kekuatan apa yang ada pada dirinya; kekuatan mana yang dapat dipakai alternative pemecahan masalahnya. Terapis harus membantu individu dalam melakukan identifikasi coping yang dimiliki dan yang biasa digunakan klien. Terapist berupaya menjalin hubungan yang hangat dan empatik dengan klien untuk menyiapkan coping klien yang adaptif.
6. Medica ( Meyer, Kraeplin)
Menurut konsep ini gangguan jiwa cenderung muncul akibat multifactor yang kompleks meliputi: aspek fisik, genetik, lingkungan dan faktor sosial. Sehingga fokus penatalaksanaannya harus lengkap melalui pemeriksaan diagnostic psikotes, autoanamnesa, aloanamnesa maka di perlukan kunjungan ke tempat klien baik rumah maupun kantor, terapi somatik, teknik interpersonal. Terpist berperan dalam melakukan prosedur diagnostik dan terapi jangka panjang, therapist berperan dalam pemberian terapi, laporan mengenai dampak terapi, menentukan diagnose, dan menentukan jenis pendekatan terapi yang digunakan. Untuk kasus tertentu Penanganan di Bantu terapi medik oleh psikiater baik farmakoterapi maupun elektrikal terapi.
Terapi Terapi bias dilakukan penggabungan atau dengan pendekatan terapi lainya sesuai kondisi klien
Jangan ragu untuk menghubungi layanan Psikologi BKD untuk mendiskusikannya kerahasiaan terjaga!
bagaimana seseorang dapat mengalami ganguan jiwa dan
PENYEBAB GANGGUAN JIWA
Penyebab gangguan jiwa
1. Frustasi (gagal,cacat, kemiskinan)
2. Konflik ( konvlik pribadi VS lingkungan )
3. Tekanan ( besar + kecil menumpuk )
4. Krisis ( kematian,kecelakaan )
Faktor-faktor penguat timbulnya1. Faktor Biologis ( Cacat genetic, Proses emosi berlebihan, patologi otak dll)
2. Faktor psikososial
• Trauma masa kanak-kanak ( Terus jika tidak di sadari)
• Kesempatan/Deprivasi parental (tidak ada kesempatan untuk hangat, sentuh, rangsang intelek sosial dan emosional) misal kurang perhatian , pisah dg orang tua
• Hubungan Ortu & anak kurang sehat. Misal penolakan, mengekang, menuntut, terlalu lemah, disiplin yang salah, kurang komunikasi tekanan buruk dari orangtua.
• Struktur keluarga tidak sehat. Misal keluarga anti social. Tidak akur bermasalah.
3. Faktor sosio kultural
• perang/kekerasan
• resesi ekonomi, kehilangan pekerjaan
• perubahan social
Strees/ketegangan ( jangka lama, besar , spesifik)
Dekompensasi mental (ketidak seimbangan/kekacauan dalam pribadi
• Korban gangguan Jiwa
1. Remaja penderita terbanyak
2. Golongan ekonomi rendah dan ekonomi kuat
3. Golongan yang menekuni agama mendalam, aliran tenaga dalam
4. Golongan intelektual
5. Golongan pemimpin